JMFW 2018, Mendatangkan 'Dunia' ke Lanskap Modest Fashion Indonesia
By ketupatkartini - Jul 31, 2018
Publik fashion Indonesia terutama di kota besar seperti Jakarta mungkin sudah terlalu sering 'terpapar' dengan berbagai macam event fashion; fashion week, festival, fair, sehingga menjadi agak samar diferensiasi antara satu event dengan yang lain. Terlebih banyak penyelenggara dengan level serupa yang berlomba untuk menyelenggarakan 'fashion event' seperti ini, sehingga frekuensinya tinggi. Belum lagi soal nama/judul event yang seringkali mirip bahkan overlap antara satu dan lainnya, yang mungkin tidak bisa dihindari.
Sehingga menjadi tugas berat bagi penyelenggara untuk memasarkan 'brand' perhelatan fashion ini kepada masyarakat, menarik pengunjung dan akhirnya meningkatkan nilai tambah secara keseluruhan (dari segi penjualan produk fashion maupun market awareness).
Franka Soeria, seorang diaspora Indonesia bersama partnernya yang berasal dari Turki, Ozlem Sahin sejak beberapa tahun yang lalu menggagas sebuah fashion event yang berkonsep baru dan berbeda, 'a modest fashion week series'. Franka melahirkan konsep ini dengan keniscayaan tren digital disruptive di segala bidang, sehingga kebaruan dan inovasi menjadi faktor utama. Franka mengambil potensi yang sedang sangat berkembang, event modest fashion yang masih dalam tahap emerging (baru berkembang) di negara-negara Eropa, dan menjadikannya series of event. Alih-alih menjadikannya event tetap di Turki -Ia sedang menetap di Istanbul saat itu-, Franka dan Ozlem menyelenggarakannya secara berpindah, bergantian di kota-kota besar dunia.
Sebuah komitmen dan kerja yang luar biasa, menyelenggarakan sebuah event yang melibatkan partisipan dari banyak negara -desainer, brand, influencer- DAN harus bekerjasama dengan pihak organizer setempat dan pihak-pihak terkait lainnya, yang artinya berbeda-beda pula setiap kali perhelatan dilakukan.
Event perdana mereka adalah Istanbul Modest Fashion Week pada tahun 2016, yang kemudian disusul oleh London dan Dubai pada tahun 2017. Kini, Modest Fashion Week besutan Franka dan Ozlem yang bernaung dalam Think Fashion menuju ke Asia, dan tentu saja Jakarta menjadi pilihan yang obvious -well, when you talk about muslim/modest fashion, Indonesia will be the first to come up-.
Selain itu, menurut Franka ini merupakan perwujudan komitmennya untuk mendekatkan Indonesia kepada dunia, karena selama ini strategi yang kerap diupayakan dan dilakukan adalah selalu mengirim duta modest fashion Indonesia ke luar negeri. Kini, Think Fashion melalui Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) berupaya untuk membawa 'dunia' ke lanskap modest fashion Indonesia.
Bagaimana hal tersebut dilakukan? Faktor inilah yang menjadi diferensiasi utama yang diusung oleh JMFW. Chain Modest Fashion Week milik Think Fashion merupakan platform global, dan selalu membawa titel event internasional. Maka JMFW pun diselenggarakan dengan konsep tersebut. Franka mengklaim bahwa ini merupakan event modest fashion pertama di Indonesia dengan level internasional. Peserta JMFW berasal dari 20 negara dari 5 kontinen, baik sebagai desainer, peserta pameran, buyer, influencer, jurnalis maupun kru. Komunikasi resmi dalam setiap aktivitas dilakukan dalam bahasa Inggris, seperti pada pengantar show, press conference, talkshow, maupun press release sehingga partisipan mancanegara tidak kesulitan untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Panitia juga memastikan international coverage, berita yang akan terbit pada banyak media internasional.
Franka menyatakan, ”Inilah adalah saat penting bagi Jakarta, momen dimana perhatian dunia internasional tercurah kepada Jakarta melalui Jakarta Modest Fashion Week. Impian Jakarta menjadi salah satu pusat mode dunia mulai menapaki jalannya, tanpa perlu menunggu hingga tahun 2020. Melalui JMFW, Jakarta-Indonesia terbukti telah siap menjadi tuan rumah pagelaran fashion show berskala internasional. Masyarakat Indonesia, pengunjung maupun para buyers yang hadir dari seluruh dunia akan menjadi saksi kesiapan Jakarta menangani modest fashion berskala internasional ini.”
JMFW memang memfasilitasi semua cakupan dan eksposure mancanegara tersebut. Baru kali ini event fashion di Jakarta tampak lebih multikultur, banyak desainer dan brand luar negeri yang membawa corak fashion yang berbeda, puluhan influencer -blogger, selebgram, desainer- mancanegara yang wara-wiri selama acara yang cukup menarik perhatian, konten yang beragam dan memberikan wawasan yang baru terhadap dunia modest fashion di Indonesia.
Meskipun demikian, eksposure tersebut rupanya belum atau kurang menjangkau pasar utama modest fashion di dalam negeri, terutama Jakarta dan sekitarnya. Pasar modest wear utama di Indonesia adalah para hijabers, milenials dan ibu-ibu muda yang sangat sadar fashion. Mereka yang sangat melek fashion, dan sangat terpapar terhadap sosial media. Mereka yang sangat mudah ditarik dengan social media awareness yang memadai, bisa melalui influencer lokal dan menggandeng anchor brand modest fashion Indonesia. Dan mereka secara kumulatif bisa menjadikan sebuah brand JMFW ini menjadi 'the talk of the town'. 'Massa' ini yang tidak tampak saat perhelatan JMFW kemarin, begitupun tidak terlalu banyak influencer lokal yang biasanya selalu hadir pada event serupa lainnya.
Bisa jadi JMFW 2018 memang belum menjangkau banyak pasar hijabers tersebut, yang sangat bisa dimengerti dengan rentang waktu persiapan yang sangat pendek, dan konsep yang baru pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Di sisi lain, dalam waktu singkat pula JMFW 2018 bisa menggandeng banyak partner yang berpengaruh dan kredibel, seperti Metro Department Store, Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI).
Secara keseluruhan, JMFW 2018 yang berlangsung selama 4 hari -26 hingga 29 Juli 2018- di mal Gandaria City Jakarta tersebut benar-benar membawa sebuah injeksi dan warna baru bagi industri fashion terutama modest fashion Indonesia. Semangat women empowerement juga sangat terasa, dengan kedua wanita hebat, Franka dan Ozlem sebagai pendiri dan 'sutradara' perhelatan besar ini. Sebuah inspirasi luar biasa juga ditampilkan dalam sebuah program yang menggandeng komunitas penyandang disabilitas, dalam Dream and Design for Disabilites yang didukung oleh Asian Para Games 2018. Indonesia 2018 Asian Para Games dan JMFW memiliki kesamaan misi yaitu mendukung komunitas difabel untuk menunjukan bakat terbaiknya dalam skala internasional. Project Dream & Design for Disabilities melibatkan komunitas bisu-tuli dan penyandang disabilitas lain dari Indonesia, Turki dan Jerman.
Sebuah langkah besar dan kerja keras yang sangat layak mendapat apresiasi terbaik!
See also:
--
MUFFEST Hadir di 5 Kota Besar dalam Mendukung Pemulihan Industri Fashion Muslim di Tanah Air --
Emansifashion, Disruptive Fashion Show di Pasar Lama Tangerang --
Samar Murad: Blending The Eastern and The Western Trends Into Modest Fashion --
Berdaya dan Bermanfaat dengan Menjadi Reseller Evermos --