Gaya Resort Tuty Adib Mengolah Batik Bayat Pewarna Alam
By modest.id - May 15, 2022
Sebuah koleksi batik dengan tampilan segar dan menawan, bergaya resort yang santai dan modis, ditampilkan pada panggung MUFFEST+ 2022 di Grand Ballroom Ritz Carlton Hotel, April 2022 lalu. Koleksi dengan material utama kain batik ini tidak seperti look busana batik pada umumnya, padanan warna beige dan putih hangat dengan styling yang apik menjadi tawaran yang menyenangkan.
Desainer Tuty Adib digandeng oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo untuk mengolah wastra lokal yang berasal dari Solo dan sekitarnya. Batik Kebon Indah yang berlokasi di Bayat, Klaten ini merupakan salah satu sentra produksi batik tulis warna alam yang terbentuk pasca gempa 2006. Para perempuan Desa Kebon bangkit secara berkelompok untuk menekuni batik warna alam dengan memanfaatkan bahan yang ada di lingkungan sekitar. Hingga saat ini jumlah anggota Kelompok Batik Tulis Kebon Indah mencapai lebih dari 50 orang sehingga menjadi simbol kebangkitan ekonomi perempuan Bayat pasca bencana.
Batik Bayat berkembang di daerah tersebut sejak kedatangan Ki Ageng Pandanaran, yang pada saat itu diberi tugas oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama islam di daerah selatan. Konon, saat itu dirinya menyebarkan agama islam ke masyarakat setempat melalui perantara seni, salah satunya membatik.
Produksi batik yang sustainable juga menjadi perhatian, karena industri batik seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik karena menghasilkan limbah terutama dari proses pewarnaan batik yang masih menggunakan pewarna sintesis naptol, remasol, indigosol, dan sejenisnya. Perajin batik masih terus menggunakan pewarna tersebut lantaran murah, praktis, dan lebih cerah. Solusi permasalahan tersebut salah satunya dengan mendorong pengrajin batik mengganti pewarna sintetis dengan pewarna alam karena Indonesia banyak memiliki bahan pewarna alternatif yang lebih aman dan tahan lama. Promosi terhadap batik warna alam juga perlu semakin ditingkatkan sehingga konsumen pun memiliki awareness terhadap isu ini.
Pewarnaan alam yang digunakan oleh kelompok pembatik ini memanfaatkan tanaman sekitar seperti kayu/kulit kayu tingi, jambal, teger, secang, indigo mahoni dan bahan alam yang lainnya menjadikan batik ini memiliki daya pikat keunggulan sendiri.
Koleksi spesial ini diberi nama 'Tembayat' berasal dari kata Bayat yg memiliki arti hidup rukun saling membantu, bersinergi, dan karakter masyarakat bayat yg terbuka, dinamis dan tetap memegang teguh budaya. Dipilih sebagai koleksi busana muslim ready-to-wear deluxe, untuk mencerminkan sosok perempuan yg dinamis, terbuka, enerjik, yang ingin berpenampilan modis dan bergaya kekinian dengan balutan busana wastra batik.
Tuty Adib menampilkan 8 outfit dengan konsep padu padan (outer, celana.rok dan gamis). Perpaduan batik tulis warna alam,dengan brokat putih, sifon, katun bordir dengan detail plisket, kerut-kerut pada desain lengannya menjadi gaya yang unik, ditambah dengan styling dan aksesori seperti tas rotan, straw hat dan sepatu sneaker yang lebih menguatkan kesan leisure.
Konsep batik warna alam yang ramah lingkungan sekaligus pemberdayaan perempuan berbasis kelompok (community based empowerment) diangkat Bank Indonesia Solo dalam event ini diharapkan dapat membangkitkan semangat positif dan optimis bagi seluruh pelaku industri terutama industri batik dan fashion muslim.
See also:
--
Semarak Rona Modest Wear Jogja Fashion Week 2018 --
Koleksi Sejauh Mata Memandang, Memberi Nafas Baru untuk Kain --
ELEMWE Konsisten Promosikan Batik Betawi --
Dian Pelangi, Koleksi di Paris dan Menjadi 'Champion' dalam Modest Fashion --
Tags
RELATED ARTICLES
Shafira 'Bungo Nagari' Memukau di IFW 2017
Feb 21, 2017Bukan hanya soal fashion, sekali lagi Shafira membuktikan kepiawaiannya mengemas sebuah pesan dan misi besar.
READ MORE